JEPARA − Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jepara melalui Satuan Tuga NU Peduli Bencana menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak bencana di tiga desa dalam satu hari, yakni Desa Tempur Kecamatan Keling, Desa Sumberejo Kecamatan Donorojo, dan Desa Kunir Kecamatan Keling, Kamis (29/1/2026).
Fokus utama penyaluran dilakukan di Desa Tempur, Kecamatan Keling, mengingat desa tersebut terdampak bencana alam cukup parah beberapa waktu lalu dan sempat terisolasi akibat terputusnya satu-satunya akses jalan menuju wilayah tersebut. Di lokasi ini, PCNU Jepara menyalurkan 1.400 paket sembako, bantuan tunai untuk lembaga pendidikan, serta sepatu boot bagi para relawan Bank Sampah Desa Tempur yang turut terlibat aktif dalam penanganan bencana.
Penyaluran bantuan ke desa Tempur ini dilakukan PCNU Jepara medapat informasi bahwa mobil pribadi sudag dapat melintas menuju desa Tempur. Petinggi Desa Tempur Mariyono menyampaikan, meski jalan yang sempat terputus masih dalam perbaikan, namun mobil pribadi sudah dapat melintas secara normal sejak Rabu (28/1) sore.
Rombongan PCNU Jepara terdiri dari unsur badan otonom dan lembaga NU, meliputi Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, IPNU–IPPNU, LAZISNU, LPBI NU, LP Ma’arif NU, RMI NU, BAGANA, GARFA, CBP–KPP, serta seluruh unsur yang tergabung dalam NU Peduli Bencana didampingi MWCNU Keling. Rombongan diterima di Posko Desa Tempur oleh petinggi desa Tempur beserta jajaran perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat yang menyampaikan apresiasi atas kepedulian PCNU Jepara.
Dalam sambutannya, Rais Syuriyah PCNU Jepara, KH. Khayatun Abdullah Hadziq, menyampaikan bahwa musibah yang terjadi perlu disikapi dengan memetik hikmah serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Beliau menegaskan bahwa alam merupakan anugerah Allah SWT yang patut dijaga bersama, sehingga setiap bencana hendaknya dipahami sebagai peringatan agar manusia lebih bijak dalam memperlakukan alam.
Rais Syuriyah juga mengingatkan bahwa meskipun Desa Tempur merupakan desa wisata, pengembangan potensi tersebut harus tetap memperhatikan nilai-nilai keagamaan dan kearifan, serta tidak mengarah pada praktik-praktik kemaksiatan, melainkan selaras dengan norma agama dan sosial masyarakat.

Usai seremoni, 1.400 paket sembako langsung didistribusikan kepada warga di setiap dukuh di Desa Tempur. Proses penyaluran dilakukan oleh relawan desa bersama Banser, BAGANA, dan unsur relawan NU Peduli lainnya agar bantuan tepat sasaran dan merata untuk semua warga Desa Tempur.
Setelah dari Tempur, tim NU Peduli PCNU Jepara kemudian bergerak ke dua lokasi lainnya. Di Desa Sumberejo, Kecamatan Donorojo, tim menyalurkan bantuan tunai kepada tiga lembaga pendidikan yang terdampak bencana banjir. Sementara itu, tim lainnya menuju Desa Kunir, Kecamatan Keling, untuk memberikan bantuan sembako dan santunan kepada lima warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat terdampak cuaca ekstrim beberapa waktu lalu.
NU Peduli Bencana merupakan satuan tugas khusus yang dibentuk PCNU Jepara sebagai bentuk respon dan tanggap dalam menghadapi bencana. Melalui kegiatan ini, PCNU Jepara mengajak seluruh elemen NU dan masyarakat luas untuk terus menjaga solidaritas, kepedulian, dan semangat gotong royong terhadap sesama.
Sebagai upaya memperkuat gerakan kemanusiaan yang berkelanjutan, NU Peduli PCNU Jepara juga mengajak masyarakat untuk senantiasa menggerakkan KOIN NU serta menyalurkan donasi kemanusiaan melalui LAZISNU guna mendukung program tanggap darurat dan siaga bencana.[]
