JEPARA – Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan kemanusiaan, LAZISNU PCNU Jepara memfasilitasi pembentukan Paguyuban Sopir Ambulans NU se-Kabupaten Jepara sebagai wadah komunikasi, koordinasi, dan soliditas para sopir ambulans NU di lapangan.
Pembentukan paguyuban ini dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Koordinasi dan Konsolidasi Mobil Layanan atau Mobil Sehat NU yang diselenggarakan pada Sabtu (25/12026), di Aula Lantai 2 Gedung PCNU Jepara. Kegiatan ini diikuti oleh para sopir ambulans NU dari berbagai MWCNU dan ranting NU di Jepara.
Paguyuban Sopir Ambulans NU merupakan wadah komunikasi bersifat informal dan non-struktural, serta tidak membentuk kepengurusan organisasi resmi. Paguyuban ini difungsikan sebagai ruang silaturahmi, komunikasi, dan koordinasi antar sopir ambulans NU dalam menjalankan tugas pelayanan kesehatan dan kemanusiaan.
Ketua LAZISNU PCNU Jepara, Nur Jalal Mujtaba, dalam arahannya menegaskan bahwa layanan ambulans NU merupakan bagian dari dakwah sosial dan kemanusiaan Nahdlatul Ulama yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.
“Para sopir ambulans NU adalah ujung tombak pelayanan di lapangan. Karena itu, khidmat, keikhlasan, dan adab harus terus dijaga dan ditingkatkan agar layanan NU benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Cabang NU Care–LAZISNU PCNU Jepara, Aan Zainul Anwar, menyampaikan pemaparan mengenai standar pelayanan ambulans NU, meliputi etika pelayanan, keselamatan berkendara, kedisiplinan, serta pentingnya koordinasi antar unit layanan dalam situasi darurat maupun layanan sosial kemanusiaan.
Aan mengingatkan para sopir ambulans NU akan pentingnya standar pelayanan di lapangan, baik dari sisi etika pelayanan dan keselamatan agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang aman, cepat, dan humanis ala manhaj ahlussunnah wal-jamaah an-Nahdliyyah.
Dalam forum musyawarah tersebut, melalui mekanisme pemilihan oleh peserta forum, terpilih Saroji sebagai koordinator Paguyuban Sopir Ambulans NU Jepara dengan masa koordinasi selama 2 (dua) tahun. Pemilihan koordinator ini dimaksudkan untuk mempermudah komunikasi dan koordinasi di lapangan.
Paguyuban Sopir Ambulans NU berada dalam koordinasi dan pembinaan LAZISNU PCNU Jepara, serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat soliditas layanan kesehatan dan kemanusiaan Nahdlatul Ulama. Melalui wadah ini, diharapkan para sopir ambulans NU semakin solid, profesional, dan istiqamah dalam menjalankan dakwah layanan Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah demi kemaslahatan umat.[]

